Kades Mantar Minta ‘Siap Siaga’ Antisipasi Kekeringan

Poto Tano, MediaKSB, – Kepala Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Asmono, meminta seluruh warganya bersiap siaga menghadapi ancaman kekeringan sebelum musim kemarau tiba. Imbauan ini muncul lebih awal sebagai langkah antisipasi dini yang dinilai jauh lebih efektif dibanding bertindak setelah bencana terlanjur datang.
Asmono menegaskan, Desa Mantar memiliki karakteristik geografis yang membuatnya rentan terhadap kekeringan. Letaknya di kawasan pegunungan dengan vegetasi padat menjadikan ancaman ini sebagai momok nyata setiap tahun.
“Kami tidak mau menunggu bencana datang baru bergerak. Lebih baik kita siapkan diri dari sekarang sebelum semuanya terlambat,” tegas Asmono, Selasa (21/4).
Kades secara khusus meminta warga tidak membakar semak atau lahan dalam kondisi apapun. Kebiasaan membakar lahan untuk membuka ladang dinilai menjadi pemicu utama kebakaran yang kerap meluas dan sulit dikendalikan.
“Tolong jangan bakar semak atau lahan. Satu titik api kecil bisa melahap hutan dan pemukiman dalam waktu singkat,” pintanya kepada warga.
Selain kebakaran, Asmono juga mewaspadai ancaman kekeringan yang kerap menghantui Desa Mantar setiap tahunnya. Pasokan air bersih menjadi persoalan serius ketika musim kemarau berkepanjangan melanda wilayah tersebut.
Asmono mendorong warga mulai memikirkan langkah praktis menjaga ketersediaan air dari sekarang. Kesadaran kolektif seluruh warga menjadi kunci utama menghadapi dua ancaman yang datang bersamaan setiap tahun.
“Kekeringan dan kebakaran adalah ancaman yang perlu kita waspadai. Kalau tidak diantisipasi bersama dari awal, dampaknya sangat berat bagi seluruh warga Mantar,” ujar Asmono.
Kades mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga ibu rumah tangga untuk bersama-sama membangun kesadaran siaga bencana di lingkungan masing-masing.
“Mari bersama kita jaga desa kita. Kita juga perlu memikirkan kenyamanan wisatawan yang datang berkunjung ke Mantar,” pungkasnya. (M-02)
