Cuaca Ekstrem, BPBD KSB Ingatkan Resiko Banjir dan Pohon Tumbang
Taliwang, MediaKSB, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul terjadinya angin kencang yang disertai hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Kepala BPBD KSB, Abdullah, S.Pd., mengatakan kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu bencana turunan, terutama banjir genangan, banjir kiriman, serta pohon tumbang di kawasan permukiman dan jalur transportasi.
“Angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan deras meningkatkan risiko banjir dan pohon tumbang. Ini yang perlu diantisipasi bersama, terutama oleh warga yang tinggal di daerah rawan,” ujar Abdullah saat dikonfirmasi, Rabu (28/1).
Abdullah menjelaskan, BPBD KSB telah melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik yang selama ini dikenal rawan terdampak cuaca ekstrem, termasuk wilayah dataran rendah, bantaran sungai, dan kawasan dengan banyak pepohonan tua. Tim reaksi cepat juga disiagakan untuk merespons laporan masyarakat jika terjadi kejadian darurat.
Abdullah menekankan, upaya mitigasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat. Warga diminta untuk membersihkan saluran air di sekitar rumah, memangkas pohon yang berpotensi tumbang, serta menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang.
“Kami menghimbau masyarakat tidak menyepelekan tanda-tanda alam. Jika melihat pohon mulai miring atau aliran air meluap, segera menjauh dan melaporkan ke aparat setempat atau BPBD,” katanya.
Selain itu, BPBD KSB juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta unsur TNI dan Polri untuk memastikan kesiapsiagaan di lapangan. Koordinasi ini mencakup kesiapan personel, peralatan, hingga jalur evakuasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Abdullah menambahkan, informasi kebencanaan akan terus disebarluaskan melalui pemerintah desa, media dan kanal resmi BPBD agar masyarakat mendapatkan pembaruan kondisi cuaca secara cepat dan akurat. “Kami ingin memastikan informasi sampai ke warga paling bawah, supaya langkah antisipasi bisa dilakukan lebih dini,” ujarnya.
Abdullah juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lain, seperti tanah longsor di wilayah perbukitan, terutama jika hujan berlangsung dalam durasi yang cukup lama.
“Keselamatan adalah yang utama. Dengan kewaspadaan bersama dan respons cepat, kita berharap dampak cuaca ekstrem ini bisa ditekan seminimal mungkin,” pungkasnya. (M-02)

