BPBD KSB: Bantuan Warga Terdampak Angin Kencang Masih dalam Proses

Taliwang, MediaKSB, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan bahwa bantuan bagi warga terdampak angin kencang sedang dalam proses. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KSB, Abdullah, S.Pd., mengatakan bahwa pendataan terus berlangsung dan pemerintah telah mengambil langkah cepat untuk percepatan pemulihan.
Hingga saat ini, BPBD mencatat ada total 136 rumah terdampak di berbagai wilayah KSB. Di antaranya kecamatan Taliwang terdapat 79 rumah, termasuk di area pantai Balat. Di Kecamatan Maluk terdapat 35 rumah, Kecamatan Poto Tano 10 rumah, Kecamatan Seteluk 9 rumah, dan Kecamatan Brang Rea 3 rumah.
“Untuk Kecamatan Brang Ene, Jereweh, dan Sekongkang, tidak ditemukan adanya laporan kerusakan akibat angin kencang,” jelas Abdullah saat dikonfirmasi ke kantornya pada, Selasa (25/3).
Kalak BPBD menegaskan bahwa bantuan bagi warga terdampak sudah masuk dalam tahap penanganan. Untuk mempercepat penanganan, Bupati KSB langsung turun tangan. Pemeriksaan lapangan juga sedang berjalan.
“Sudah ada instruksi langsung dari Bupati. Kami diminta untuk segera melakukan pengecekan lapangan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah yang rusak. Kami juga membuka kemungkinan adanya data susulan jika masih ada laporan baru dari warga,” ujarnya.
Abdulla menambahkan bahwa pemerintah daerah hadir dengan menyediakan Bantuan Tidak Terduga (BTT) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Bantuan ini akan mulai disalurkan setelah perayaan Idul Fitri, dengan skema yang telah disesuaikan berdasarkan tingkat kerusakan yang dialami.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) untuk melakukan penilaian kerusakan. Mereka yang akan menentukan kategori kerusakan, dan BPBD sebagai teknis penyaluran bantuan sesuai dengan hasil asesmen tersebut,” paparnya.
Di tengah kondisi cuaca yang masih belum stabil, Abdullah juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan seraya memantau update informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kami meminta warga untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG terkait kondisi cuaca. Selain itu, kami juga mengajak masyarakat untuk selalu berjaga-jaga dan berdoa agar bencana tidak meluas,” tutupnya. (M-03)

