Dandim 1628/KSB Tegaskan Serius Awasi Program MBG

Taliwang, MediaKSB, – Dandim 1628/KSB, Letkol Inf. Rendra Agit Trisnawan, S.Sos., M.Han. menegaskan keseriusannya dalam mengawasi jalannya program Makan Bergizi Sehat (MBG) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Menyusul beredarnya video viral terkait dugaan temuan ulat pada salah satu menu makanan. Kodim 1628/KSB terus memastikan sejak awal telah menjalankan fungsi monitoring dan pengawasan distribusi MBG secara berlapis di seluruh wilayah KSB. 

Letkol Inf. Rendra Agit Trisnawan menjelaskan, pihaknya bahkan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengecekan dapur MBG. Meski baru sebagian yang diperiksa, langkah ini akan terus dilakukan secara menyeluruh dan bertahap.

“Kodim juga mengumpulkan SPPI KSB untuk memastikan distribusi, rencana operasional, hingga verifikasi dapur berjalan sesuai standar,” jelasnya.

Selain pengawasan dari unsur pimpinan, Babinsa juga dilibatkan secara rutin untuk turun langsung ke lapangan. Mereka bergantian mengawasi distribusi makanan di sekolah-sekolah sesuai wilayah binaan masing-masing.

Di Kecamatan Taliwang misalnya, distribusi MBG menjangkau 11 sekolah mulai dari tingkat TK hingga Madrasah Aliyah. Namun, dengan cakupan wilayah yang luas, Dandim mengakui keterbatasan personel membuat Babinsa tidak mungkin hadir serentak di seluruh titik.

Menanggapi video viral yang beredar, Dandim menyayangkan sikap sebagian pihak yang memilih menyebarkan temuan tanpa melaksanakan fungsi pengawasan di lapangan.

“Pengawasan yang efektif seharusnya bersifat preventif. Viral satu porsi makanan tidak layak tidak bisa serta-merta dijadikan dasar untuk menggiring opini bahwa seluruh program MBG gagal. Hal ini tidak adil dan menyesatkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf. Rendra Agit Trisnawan mengingatkan, program MBG tidak hanya menyasar siswa penerima manfaat, tetapi juga memberi dampak luas pada petani, peternak, dan tenaga kerja lokal. MBG menurutnya merupakan bentuk nyata hilirisasi yang aplikatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah.

Dandim menekankan, setiap kekurangan yang ditemukan harus ditindaklanjuti melalui investigasi langsung agar perbaikan dapat dilakukan di titik bermasalah. “Program sebesar ini jangan digeneralisir hanya karena satu kasus. Mari kita jaga bersama dengan kritik yang konstruktif, bukan dengan langkah destruktif yang justru merugikan masyarakat,” pungkasnya. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *