Dinsos KSB: Sasaran dan Program Tepat Kunci Kemiskinan Turun Satu Digit

Bagikan ke :
Foto: Sekretaris Dinsos KSB, Andi Suwandi
Foto: Sekretaris Dinsos KSB, Andi Suwandi

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Sosial (Dinsos) menegaskan ketepatan sasaran program menjadi kunci turunnya angka kemiskinan di KSB.

Sekretaris Dinsos KSB, Andi Suwandi mengatakan, angka kemiskinan KSB tercatat turun dari 12,23 persen menjadi 10,98 persen. Penurunan menjadikan KSB sebagai daerah dengan penurunan kemiskinan tertinggi di Indonesia.

“Persennya kita yang tadi di 12,23 untuk angka kemiskinan turun sampai ke 10,98. Jadi satu digit lebih turunnya itu sudah luar biasa,” ujarnya kepada awak media, Jumat (26/6).

Andi menyebut, penurunan tersebut tidak lepas dari intervensi program Kartu KSB Maju yang menyasar masyarakat secara langsung. Selain itu, angka kemiskinan ekstrem KSB juga tercatat turun dari 0,93 persen menjadi 0,40 persen.

Andi menegaskan KSB merupakan satu-satunya daerah dengan angka kemiskinan ekstrem terendah di kelasnya. Capaian ganda berupa penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, bagi Andi, membuktikan validitas dan tingginya kualitas data yang dimiliki Dinsos KSB.

“Data itu bukti nyata sudah, terbantahkan begitu,” tegasnya.

Andi menyebut program Kartu KSB Maju yang tepat sasaran membuahkan hasil maksimal terhadap penurunan kedua indikator kemiskinan tersebut. Keberhasilan ini, lanjut Andi, ditopang oleh proses pembaruan data yang dilakukan secara terjadwal dan ekstra ketat setiap bulan.

Andi merinci pengimputan data oleh Pemerintahan Desa dan Kelurahan dilakukan dari tanggal 1 hingga 11 setiap bulan. Proses ini berjalan paralel dengan Musyawarah Desa dan Musyawarah Kelurahan yang melibatkan tokoh masyarakat hingga tanggal 14.

Selanjutnya validasi data oleh tim dari Dinsos dilakukan dari tanggal 14 hingga 17 setiap bulannya. Tahap akhir berupa ground check atau verifikasi langsung ke rumah warga berlangsung dari tanggal 18 hingga 30.

Andi menyebut Pemerintah KSB melalui program KSB Maju dapat langsung mengeksekusi temuan data di lapangan tanpa menunggu periode tiga bulan dari Kementerian Sosial.

“Kelebihannya KSB Maju justru saat ketemu data yang belum diperbarui, langsung kita perbarui pada saat itu juga,” jelasnya.

Andi menegaskan langkah cepat tersebut bertujuan menjamin validitas dan kualitas data penerima bantuan. Andi berharap mekanisme ini dapat terus dipertahankan agar program bantuan sosial semakin tepat sasaran ke depan. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *