DPRD KSB Minta DLH Investigasi Fenomena Ikan Mati di Sungai Maluk

Taliwang, MediaKSB, – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merespons cepat laporan fenomena ikan mati secara mendadak di sepanjang aliran Sungai Maluk, yang diduga terpapar limbah operasional smelter.

Menindaklanjuti hal tersebut, lembaga legislatif telah meminta Dinas Lingkungan Hidup (LH) untuk melakukan pengambilan sampel air dan bangkai ikan guna memastikan penyebab pasti pencemaran, sekaligus mengimbau warga untuk menghentikan seluruh aktivitas di aliran sungai demi keselamatan kesehatan.

“Kami sudah meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk segera turun ke lapangan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengambil sampel air dan ikan di sungai tersebut untuk uji laboratorium,” ucap Ketua Komisi III DPRD KSB, H. Basuki AR, S.E. kepada media ini, Minggu (04/01).

H. Basuki, sapaan akrabnya, menaruh perhatian serius terhadap laporan masyarakat terkait kondisi ekosistem sungai yang memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Munculnya bangkai ikan yang mengapung di aliran yang diduga bersumber dari area smelter tersebut memicu kekhawatiran adanya kebocoran limbah atau zat berbahaya yang mencemari sumber air warga.

“Pemeriksaan ini harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari titik hulu hingga ke bagian hilir,” tegas H. Basuki saat memberikan keterangan kepada media.

Menurut H. Basuki, hasil uji laboratorium sangat krusial untuk menentukan apakah pencemaran ini murni berasal dari aktivitas industri atau ada faktor eksternal lainnya. “Bisa saja ini merupakan dampak dari aktivitas perusahaan (smelter), namun tidak menutup kemungkinan juga ada pengaruh dari aktivitas masyarakat,” tambahnya.

H. Basuki meminta masyarakat untuk tidak mengambil kesimpulan tanpa adanya hasil lab. H. Basuki juga meminta masyarakat tetap menjaga kondusifitas selama pemeriksaan berlangsung. “Kita tidak boleh berspekulasi sebelum hasil lab keluar. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan resmi dari LH,” tegasnya.

Sebagai langkah preventif, politisi senior ini juga meminta warga di wilayah Maluk untuk waspada dan menjauhi area sungai untuk sementara waktu. Warga dilarang mengkonsumsi ikan yang ditemukan mati maupun menggunakan air sungai untuk kebutuhan harian seperti mencuci atau mandi hingga ada pernyataan resmi mengenai tingkat keamanan air.

“Kami meminta masyarakat agar tidak beraktivitas di sungai terlebih dahulu. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami sembari menunggu kepastian hasil uji sampel,” tutup H. Basuki. (M-05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *