Fokus Tekan Stunting, Kades Bukit Damai Beri Bantuan Ibu Hamil dan Janda

Maluk, MediaKSB, – Pemerintah Desa (Pemdes) Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terus memberikan komitmen dalam upaya menekan angka stunting. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah peluncuran dua program bantuan langsung yang menyasar ibu melahirkan dan janda tidak mampu, sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting sejak dini.
Kepala Desa Bukit Damai, Suwardi menjelaskan, bantuan ini merupakan bentuk keberpihakan desa terhadap kelompok rentan yang sangat membutuhkan asupan gizi berkualitas, terutama dalam fase kehamilan dan masa nifas. Dalam program tersebut, setiap ibu yang melahirkan akan menerima bantuan sebesar Rp1 juta.
“Bantuan ini kami berikan sebagai bentuk perhatian agar ibu-ibu yang melahirkan mendapatkan tambahan biaya untuk kebutuhan gizi, pemulihan, dan perawatan bayi. Ini bagian dari upaya menekan angka stunting dari dalam kandungan hingga masa pada kelahiran,” ujarnya pada, Sabtu (10/5).
Selain itu, Pemdes Bukit Damai juga mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung kebutuhan pangan bergizi kepada para janda kurang mampu. Sebanyak 20 janda tercatat sebagai penerima bantuan konsumsi harian senilai Rp 25 ribu per orang per hari.
“Tujuannya agar para janda ini mampu membeli makanan bergizi setiap hari. Karena kita tahu, kondisi ekonomi sering kali membuat mereka kesulitan mendapatkan asupan gizi yang cukup,” tambahnya.
Suwardi menekankan, program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Dalam hal ini peran desa sangatlah penting untuk memastikan anak-anak lahir dan tumbuh dalam kondisi yang sehat serta bebas dari risiko stunting.
“Tujuan kami adalah jangka panjang. Penanganan stunting harus dimulai dari hulu bukan baru dimulai pada saat anak sudah lahir,” paparnya.
Kades berharap, program ini bisa terus berkelanjutan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di KSB dalam membangun kesadaran bersama melawan stunting dari akar masalahnya.“Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah desa di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak lahir dalam kondisi gizi buruk di Bukit Damai,” harapnya.
Langkah ini mendapat respons positif dari warga setempat. Beberapa penerima manfaat mengaku terbantu dengan program tersebut, terutama dalam menghadapi biaya persalinan dan kebutuhan harian pasca-melahirkan.
“Kami ucapkan terimakasih kepada pak Kades beserta jajarannya yang sangat peduli kepada kami. Semoga program ini tidak putus dan terus dilakukan,” ucap Putri salah satu warga penerima manfaat. (M-01)

