Hasil Ikan PUD Bintang Bano Meningkat, Diskan KSB Bentuk Pokmaswas

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), melalui Dinas Perikanan (Diskan) menyampaikan adanya peningkatan hasil tangkap ikan nelayan di Perairan Umum Daratan (PUD) Bintang Bano, kecamatan Brang Rea. Meningkatnya hasil tangkap ikan telah dirasakan masyarakat mulai dari beberapa bulan terakhir.

Menurut Noto Karyono, selaku Kepala Dinas Perikanan Sumbawa Barat, pemancing kini dapat menangkap ikan dengan berat antara 5 hingga 7 kilogram, sementara pengguna jaring bisa mendapatkan hasil tangkapan rata-rata 10 hingga 12 kilogram. Sementara untuk ukuran hasil tangkapan rata-rata berkisar 6 hingga 8 sentimeter.

“Masyarakat sudah dapat merasakan, ikan yang dihasilkan meningkat dari sebelumnya, kita bersyukur masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ucap Kadis.

Disampaikan Kadis, kenaikan hasil tangkapan ini diatribusikan kepada keberhasilan restocking benih ikan yang dilakukan Pemerintah Daerah melalui Diskan KSB pada tahun 2023. Restocking dilakukan dalam upaya mempertahankan populasi ikan di habitatnya.

“Dinas Perikanan Sumbawa Barat melakukan restocking sebanyak 160 ribu ekor ikan tahun lalu. Sebelumnya, pemerintah provinsi juga telah melakukan restocking di bendungan Bintang Bano, dengan jumlah sekitar kurang lebih 200 ribu ekor,” paparnya.

Kadis mengakui, hasil laporan tangkapan ikan di PUD Bintang Bano tidak sebanyak sekarang. Namun, setelah dilakukan restocking dan perawatan sekitar selama tujuh bulan, menghasilkan peningkatan yang signifikan. “Sebelum dilakukan restocking oleh Dinas perikanan sumbawa barat, hasil tangkapan tidak terdengar seperti, kemudian setelah kita lakukan restocking tambahan selama 7 bulan benih sudah siap ditangkap,” akunya.

Menyikapi hal ini, Diskan KSB tahun ini telah melakukan penanganan kelembagan nelayan dengan membentuk Pokmaswas, yaitu Kelompok Pengawas Masyarakat yang khusus menangani PUD di Brang Rea, terutama Bintang Bano. Kelompok ini bertugas untuk menjaga PUD Bintang Bano dari kegiatan yang tidak bertanggung jawab dan memastikan keberlanjutan ekosistem perikanan.

“Kenapa dibentuk, agar disamping bendungan berfungsi untuk perairan, fungsinya di sektor perikanan adalah untuk kegiatan penangkapan ikan maupun budidaya ikan. Selain itu kelompok ini juga bertugas mengawasi dan menjaga PUD Bintang Bano dari kegiatan-kegiatan yang tidak bertanggung jawab”

Noto Karyono menyatakan harapannya bahwa dengan langkah-langkah ini, ekosistem perikanan di PUD Bintang Bano akan semakin terjaga dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat nelayan setempat. “Kami berharap hasil positif ini dapat berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan nelayan serta keberlanjutan sumber daya perikanan di wilayah kita,” ungkapnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *