Jadi Perwakilan Poto Tano, Desa Tebo Ikuti Lomba Posyandu Gotong Royong 

Bagikan ke :

Poto Tano, MediaKSB, – Dengan dimulainya penilaian Lomba Posyandu Gotong Royong dan Hatinya Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Desa Tebo sebagai perwakilan dari kecamatan Seteluk, diharapkan mampu memberikan hasil yang terbaik.

Disampaikan Abdullah, S.Pd selaku Camat Poto Tano, penunjukan desa Tebo sebagai perwakilan dari Kecamatan Poto Tano merupakan hasil dari penilaian yang telah dilakukan. Hal ini dapat dibuktikan dengan semangat gotong royong dari masyarakat desa Tebo serta persiapan yang sudah dilakukan untuk mengikuti perlombaan.

“Penunjukkan Posyandu Delima desa Tebo sebagai perwakilan dari kecamatan Poto Tano sesuai dengan fakta lapangan. Dimana dukungan dan peran seluruh komponen masyarakat tanpa terkecuali sangat mendukung keberhasilan dari kegiatan ini,” ujarnya saat memberikan sambutan, Kamis 04/06.

Abdullah menambahkan, jika pemerintah kecamatan Poto Tano dan pemerintah desa Tebo sangat optimis dapat masuk ke dalam nominasi pada tahap selanjutnya. “Dengan semangat tersebut, kami sangat optimis dan tentunya berharap dapat masuk nominasi pada lomba selanjutnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Hj. Hanifah Musyafirin, S.PT, M.MInov selaku ketua tim penggerak PKK KSB dalam sambutannya menerangkan, Posyandu sejatinya akan selalu terintegrasi dengan kebun gizi milik PKK. Oleh karena itu, perlombaan Posyandu Gotong Royong dan Hatinya PKK dilaksanakan secara bersamaan. 

“Mudah-mudahan kebun gizi yang akan dinilai nanti, merupakan kebun gizi yang memang sudah lama ada dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan dan keperluan Posyandu yang ada di desa Tebo,” ucapnya.

Hj. Hanipa sapaan akrabnya, mengapresiasi kinerja dari PKK desa Tebo yang sudah merawat dan menjalankan kebun gizi sesuai dengan harapan bertahun-tahun lamanya. “Jangan sampai kebun gizi yang akan kita nilai nanti baru dibuat dan disulap sedemikian rupa untuk lomba, saya dapat laporan kebun gizi di Tebo sudah berjalan selama 6 tahun, ini patut dibanggakan,” akunya.

Disampaikan Hj. Hanipa, pemerintah saat ini juga memiliki program satu desa, satu PAUD Holistik Integratif (HI). Dengan adanya program PAUD HI, sarana pendidikan akan langsung terintegrasi dengan Posyandu yang ada. Sehingga antara PAUD, Posyandu dan kebun gizi setidaknya harus berdekatan.

“Semua PAUD yang ada di desa bisa diajukan menjadi PAUD HI dengan meminta izin ke dinas terkait. Sehingga menjadi binaan dari bunda PAUD desa, dan alhamdulillah luar biasa di Tebo sudah ada,” tuturnya.

Masih keterangan Hj. Hanipa, keberadaan PKK di desa sangatlah penting, PKK harus berjalan sebagai mitra kerja pemerintah desa dalam mengembahkan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa bersama dengan agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR).

“jadi PKK dalam setiap kegiatannya dapat bekerjasama dengan dinas manapun, begitu juga pada tingkat desa. Bisa dengan agen PDPGR, bisa juga dengan kepolisian, bisa juga dengan kantor agama,” tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan juknis penilaian lomba. Adapun komponen yang akan dinilai adalah terkait pelaksanaan lima langkah yang ada di Posyandu. Kedua adalah terkait Hatinya PKK, dan ketiga terkait dengan partisipasi dari agen PDPGR sebagai mitra Pemerintah Desa dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan desa. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *