Kapasitas Bibit Kurang, Diskan (KSB) Bangun BBI Baru di Sepakat

Bagikan ke :
Foto: Kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan, S.Pi., M.M.
Foto: Kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan, S.Pi., M.M.

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menghadapi keterbatasan kapasitas produksi bibit ikan di Balai Benih Ikan (BBI) Tepas, yang hanya mampu menghasilkan 500 ribu ekor per tahun. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan restoking maupun pengembangan budidaya di KSB.

Kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan, S.Pi., M.M., mengakui persoalan kapasitas produksi menjadi masalah utama yang dihadapi sektor perikanan daerah selama ini. “Itu juga menjadi konsen kita. Kita punya BBI itu di Tepas, kapasitasnya cuma 500 ribu untuk satu tahun, itu untuk kebutuhan restoking saja tidak cukup,” ujarnya.

Agus menyebut, keterbatasan tersebut membuat daerah selama ini terpaksa mengambil bibit dari luar daerah untuk menutupi kekurangan pasokan. Kadis menegaskan, kondisi ini kurang ideal mengingat kebutuhan bibit ikan di KSB terus meningkat seiring berjalannya program pembangunan daerah.

Menjawab persoalan itu, Diskan KSB tengah membangun BBI baru di desa Sepakat menggunakan dana hibah dari Dinas Perikanan Provinsi NTB senilai Rp1,8 miliar pada tahun 2026. Agus menuturkan, proses tender proyek tersebut telah rampung dan kini memasuki tahap kontrak dengan rekanan pelaksana.

“Di tahun 2026 ini kita ada pengembangan BBI baru yang hibah dari dinas perikanan provinsi, dan tahun ini sudah dianggarkan 1,8 miliar. Proses tender sudah selesai, sekarang sudah tahap kontrak dan rekanan sudah mulai bekerja,” katanya.

Pembangunan BBI baru itu mencakup revitalisasi sekitar 25 kolam di Sepakat, dengan luas kolam yang tergolong besar dibanding fasilitas lama. Agus memperkirakan kapasitas produksi bibit dari fasilitas ini bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dibanding BBI Tepas, dengan potensi keluaran hingga 1,5 juta ekor bibit per tahun.

Agus menjelaskan, penambahan kapasitas ini sejalan dengan kebutuhan bibit untuk mendukung program KSB Maju Luar Biasa, yang pada tahap pertama membutuhkan sekitar 600 ribu hingga 700 ribu ekor bibit. Menurutnya, kebutuhan tersebut belum termasuk kebutuhan restoking yang mencapai 800 ribu hingga 900 ribu ekor bibit.

Agus menegaskan, keberhasilan BBI baru juga bergantung pada komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung operasional fasilitas tersebut. Agus mencontohkan, jika kapasitas produksi bibit naik tiga kali lipat, maka anggaran operasional yang disiapkan idealnya juga meningkat secara proporsional.

“Ini juga butuh komitmen pemerintah daerah, bagaimana ikut mensupport operasional daripada BBI yang baru ini,” tegasnya.

Agus menyebut komunikasi dengan pimpinan daerah terus berjalan mengingat pembangunan BBI merupakan program strategis daerah. Agus berharap BBI baru dapat rampung dan mulai beroperasi pada tahun mendatang, sehingga kebutuhan bibit ikan untuk program KSB Maju Luar Biasa dapat terpenuhi tanpa lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *