LPEM UI: AMMAN Jadi Tulang Punggung Ekonomi KSB

Taliwang, MediaKSB, – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Universitas Indonesia merilis hasil kajian terbaru yang mengkonfirmasi posisi strategis PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) bagi stabilitas daerah.
Dalam laporan yang dirilis Rabu (04/3), AMMAN disebut sebagai tulang punggung utama perekonomian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan kontribusi yang sangat dominan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) maupun kesejahteraan rumah tangga.
Hasil analisis menggunakan metode Inter-Regional Input-Output menunjukkan bahwa sepanjang periode 2018–2024, aktivitas pertambangan dan pembangunan smelter AMMAN menciptakan efek berganda yang masif.
Pada tahun 2024 saja, kontribusi perusahaan terhadap PDRB KSB mencapai Rp28,9 triliun atau setara dengan 79 persen dari total ekonomi daerah. Angka ini menegaskan bahwa lebih dari separuh denyut ekonomi di Bumi Pariri Lema Bariri digerakkan oleh ekosistem AMMAN.
“Kontribusi AMMAN tidak hanya terlihat pada angka makro, tetapi juga pada tingkat rumah tangga dan komunitas,” ujar Kepala Kajian Natural Resources and Energy Studies LPEM FEB UI, Uka Wikarya.
Uka mencontohkan, kebutuhan penyediaan pangan bagi ribuan karyawan telah menghidupkan sektor pertanian dan peternakan lokal secara signifikan. Selain itu, keterkaitan antar wilayah yang tercipta melalui rantai pasok perusahaan membuka peluang usaha di berbagai sektor jasa penunjang lainnya.
Kajian tersebut juga mencatat dampak nyata pada sektor ketenagakerjaan. Aktivitas operasional perusahaan rata-rata menciptakan 18,6 ribu lapangan kerja per tahun. Bahkan pada tahun 2024, kesempatan kerja yang tercipta melonjak hingga lebih dari 31 ribu posisi yang tersebar di bidang pertambangan, perdagangan, konstruksi, hingga transportasi.
“Penyerapan tenaga kerja dalam skala besar ini terbukti efektif menekan tingkat pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan di wilayah sekitar tambang,” paparnya.
Peningkatan pendapatan rumah tangga warga KSB juga tercatat cukup fantastis, yakni mencapai rata-rata Rp6,3 triliun per tahun selama masa kajian. Selain dampak finansial langsung, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan perusahaan dinilai berperan penting dalam memperkuat infrastruktur sosial, kesehatan, dan pendidikan.
“Fondasi ini menjadi modal penting bagi KSB dalam melakukan transformasi menuju ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya saing,” jelas Uka.
Melalui kontribusi yang signifikan ini, kehadiran AMMAN telah menjadi pilar transformasi ekonomi daerah yang berkelanjutan. Hasil kajian LPEM UI ini diharapkan menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang mendukung keberlanjutan investasi.
Keberhasilan sinergi antara industri besar dan potensi lokal diprediksi akan terus membawa Kabupaten Sumbawa Barat tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (M-02)
