Pemdes Dasan Anyar Ikuti Evaluasi CMS-Siskeudes, Dorong Transparansi Tata Kelola Keuangan
Taliwang, MediaKSB, – Tingkatkan kapasitas pengelolaan keuangan desa yang lebih transparan, tertib, dan akuntabel Pemerintah Desa Dasan Anyar, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mengikuti kegiatan pemantapan dan evaluasi Cash Management System (CMS) dan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang diselenggarakan di Kota Mataram pada 29–30 Juli 2025.
Kepala Desa Dasan Anyar, Muhammad Solihin menyampaikan, kegiatan evaluasi CMS-Siskeudes tersebut menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana efektivitas penerapan sistem keuangan desa berbasis digital di tingkat desa.
Menurut Kades, kehadiran CMS yang terintegrasi dengan aplikasi Siskeudes telah memberikan kemudahan dalam pencatatan, pelaporan, hingga proses transaksi keuangan secara non-tunai, yang menjadi syarat utama dalam sistem pengelolaan dana desa saat ini.
“Evaluasi ini memberikan kami banyak pembelajaran. Kami bisa mengetahui kelemahan dalam penerapan CMS-Siskeudes selama ini, dan dari sana kami mendapatkan solusi langsung dari pihak pendamping maupun narasumber. Ini penting untuk menyempurnakan tata kelola keuangan desa Dasan Anyar,” ujarnya.
Solihin juga menjelaskan, keikutsertaan Pemdes Dasan Anyar dalam kegiatan tersebut bukan hanya untuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga sebagai upaya mendorong peningkatan kapasitas perangkat desa.
Melalui kegiatan ini, perangkat desa dapat berdiskusi langsung dan belajar dari desa lain mengenai praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan keuangan berbasis sistem digital.
“Kami sadar bahwa tantangan ke depan dalam pengelolaan keuangan desa akan semakin kompleks. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa menjadi hal mutlak. Tidak cukup hanya mengandalkan sistem, tapi juga SDM yang mampu mengoperasikan dan memahami sistem itu dengan baik,” tambahnya.
Solihin menegaskan, Pemdes Dasan Anyar akan terus berkomitmen menerapkan prinsip transparansi dalam setiap pengelolaan anggaran desa. Dengan harapan kegiatan evaluasi seperti ini dapat rutin digelar sebagai bagian dari pengawasan dan peningkatan mutu tata kelola pemerintahan desa.
“Dengan sistem yang semakin tertata dan akuntabel, harapan kami adalah pembangunan desa berjalan lebih terarah dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (M-01)

