Pemdes Kiantar Surati Pemda Minta Bantuan Air Bersih

Bagikan ke :
MEDIAKSB - Kepala Desa Kiantar, Hasbullah.
MEDIAKSB – Kepala Desa Kiantar, Hasbullah.

POTO TANO, MEDIAKSB – Pemerintah Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, melayangkan surat permintaan bantuan air bersih kepada pemerintah daerah. Langkah itu ditempuh setelah sebanyak 660 jiwa dari 165 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan saat puncak musim kemarau.

Kepala Desa Kiantar Hasbullah mengatakan surat tersebut menjadi bagian dari upaya desa memastikan pasokan air bagi warga. Permintaan resmi itu diajukan seiring makin terbatasnya sumber air yang tersedia di desa.

“Kami juga sudah melayangkan surat permintaan bantuan air bersih kepada Pemda,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Hasbullah menjelaskan, air bersih kini menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga Kiantar. Sumber mata air yang selama ini diandalkan warga mulai menyusut signifikan.

“Memasuki puncak musim kemarau saat ini, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang paling mendesak bagi warga kami,” tuturnya.

Menurut Kades, penyusutan sumber air berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga. Pasokan untuk keperluan memasak dan minum menjadi yang paling terasa kekurangannya.

“Sumber mata air warga mulai menyusut signifikan, sehingga pemenuhan kebutuhan harian seperti memasak dan minum semakin terbatas,” katanya.

Selain mengirim surat, pemerintah desa terus berkoordinasi dengan dinas terkait. Koordinasi dilakukan agar bantuan air bersih dapat disalurkan secara berkala ke titik-titik penampungan desa.

“Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait dan pihak daerah untuk menyalurkan bantuan air bersih secara berkala ke titik-titik penampungan desa,” tegas Hasbullah.

Di tengah keterbatasan pasokan, pemerintah desa meminta warga menghemat pasokan air yang tersedia. Hasbullah juga mengajak warga bergotong royong agar kebutuhan konsumsi rumah tangga tetap terpenuhi.

“Kami mengimbau seluruh warga untuk mempergunakan pasokan air yang ada secara bijak dan efisien, serta saling gotong royong memprioritaskan kebutuhan konsumsi rumah tangga,” imbuhnya.

Sebagai informasi, data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa Barat menempatkan Kecamatan Poto Tano sebagai wilayah terdampak terbanyak, yakni 5.213 jiwa dari 1.292 KK. Kiantar menjadi satu dari lima desa terdampak di kecamatan tersebut, bersama Desa Poto Tano, Mantar, Senayan, dan Tambak Sari.

Secara keseluruhan, kekeringan sepanjang 2026 berdampak pada 9.349 jiwa dari 2.326 KK di lima kecamatan di Sumbawa Barat. BPBD Sumbawa Barat sendiri telah menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki ke sejumlah wilayah terdampak. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *