Pemerintah KSB Siapkan Formula Pengembangan Komoditas Unggulan Wilayah Transmigrasi

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyiapkan formula pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi Tongo–Sekongkang sebagai langkah strategis meningkatkan produktivitas dan nilai tambah dari komoditas lokal.

Melalui kolaborasi riset bersama Universitas Padjadjaran (Unpad), pemerintah daerah berupaya merumuskan model pengelolaan komoditas yang lebih efisien, modern, dan berbasis potensi daerah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB, Slamet Riyadi, menyebutkan kegiatan riset di Tongo–Sekongkang merupakan bagian dari upaya nasional untuk mengembangkan kawasan transmigrasi yang mandiri dan berorientasi pada ekonomi lokal.

“Dari 154 lokasi transmigrasi di Indonesia, kawasan Tongo–Sekongkang dipilih sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi unggulan untuk pengembangan sektor pertanian dan perkebunan,” katanya, Jumat (07/11).

Kawasan Tongo–Sekongkang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di wilayah selatan KSB. Namun, menurut Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., hasil produksi masyarakat masih diolah secara tradisional dan belum memberi nilai ekonomi yang optimal.

“Harapan awal dari program transmigrasi adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat. Karena itu, kita harus berani mengubah cara lama menjadi sistem yang lebih produktif dan berdaya saing,” ujarnya.

H. Amar, sapaan akrab Bupati menegaskan, kerja sama dengan Unpad melalui Tim Ekspedisi Patriot diharapkan menghasilkan desain pengembangan komoditas unggulan spesifik yang sesuai dengan karakter daerah. Melalui pendekatan ilmiah dan berbasis data lapangan, pemerintah ingin memastikan setiap potensi yang ada dapat dikelola secara terukur dan berkelanjutan.

“Program ini sangat berarti bagi Sumbawa Barat. Selain meningkatkan nilai komoditas dan pendapatan warga, juga diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran di kawasan transmigrasi,” tegasnya.

Program riset kolaboratif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun jejaring antara masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam daerah.

“Pemerintah KSB berkomitmen mendukung setiap langkah strategis yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan akademisi, kita ingin memastikan transmigrasi benar-benar menjadi pendorong kemajuan ekonomi di wilayah selatan,” pungkas Bupati. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *