Pengangkatan Tenaga Kerja Bandara, Masyarakat Kiantar Inginkan Transparansi

Poto Tano, MediaKSB,- Pembangunan bandara PT AMMAN di desa Kiantar kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menuai pertanyaan khususnya bagi masyarakat desa Kiantar tentang pemberdayaan masyarakat untuk dapat bekerja di proyek tersebut.
Banyak masyarakat yang bertanya terkait kejelasan dari perjanjian pihak perusahaan dan pemerintah daerah kepada masyarakat desa pada saat proses pembebasan lahan. Pemerintah menjanjikan bahwa pihak perusahaan akan memberdayakan masyarakat desa saat proses pengerjaan dimulai.
“Sampai saat ini kami mempertanyakan kejelasan dari kesepakatan awal, masyarakat desa khususnya pemilik lahan dijanjikan pekerjaan oleh pemerintah daerah. Namun sampai saat ini kami masih jadi penonton,” ucap Hasbullah selaku Kepala Desa (Kades) Kiantar.
Ditanya soal masyarakat desa yang sudah bekerja di sana, Hasbullah mengakui jika sampai saat ini pekerja bandara yang berasal dari masyarakat lokal masih sangat sedikit, bahkan bisa dihitung dengan jari. “Memang ada (pekerja lokal), tapi bisa dihitung jari. Berbeda jauh dengan pekerja yang berasal dari luar daerah, rekrutmen pun juga tidak ada informasinya,” akunya.
Hasbullah menuturkan, masyarakat desa Kiantar menginginkan keterbukaan informasi dari perusahaan jika ada rekrutmen tenaga kerja. Masyarakat juga siap mengikuti setiap proses seleksi jika diperlukan. “Kami ingin jika ada lowongan tolong disampaikan, masyarakat juga menunggu. Kami takutkan tidak ada info lowongan, tapi tiba-tiba banyak pekerja luar yang datang, itu tidak adil untuk masyarakat,” paparnya.
Harapan lain yang disampaikan Hasbullah, pemerintah daerah dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan pihak perusahaan. Sebagaimana janji kesepakatan awal saat proses pembebasan lahan. “Kami ingin ada bantuan dari pemerintah daerah, jangan seperti lepas tangan, kasihan masyarakat cuman jadi penonton,” harapnya.
Di sisi lain, Masar selaku ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kiantar menyampaikan, Pemerintah desa bersama dengan BPD selalu berupaya membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak perusahaan. Masar menyampaikan, terbukanya lapangan pekerjaan dari proyek bandara merupakan harapan besar dari masyarakat desa Kiantar.
“Kami harap masyarakat sudah bisa merasakan manfaatnya dari awal, bukan hanya saat bandara sudah selesai dikerjakan. Kenapa kami ingin sejak awal, karena kami paham jika sudah beroperasi maka peluang kerja untuk masyarakat lokal akan semakin sempit,” pungkasnya. (M-04)

