Setelah Diprotes, DPUPR KSB Akan Bangun Drainase dan Saluran Pembuangan

Foto: DPUPR KSB turun tinjau lokasi bersama masyarakat

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berjanji akan membangun drainase dan saluran pembuangan air di proyek jalan Senayan-Lamusung.

Kepala DPUPR KSB melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Burhanuddin, S.T menyampaikan, pembangunan drainase sepanjang 4,8 Kilometer (km) rencananya akan mulai dibangun setelah pengerjaan awal jalan Senayan-Lamusung selesai dikerjakan.

“Sudah kita masukkan ke Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2025 ini, kenapa tidak disatukan dengan pengerjaan awal karena keterbatasan anggaran. Drainase akan dibangun sepanjang ruas jalan, sekitar 4,8 km,” ujarnya saat melakukan peninjauan lokasi pada Jumat (31/1).

Tidak hanya drainase, Burhanuddin juga menyebutkan, pembuatan saluran pembuangan air yang berasal dari gunung, sebagai salah satu faktor terjadinya banjir di pemukiman warga, juga akan dikerjakan pada proyek yang akan menelan anggaran sebesar 5,3 miliar tersebut.

“Kita juga akan buat (saluran) dari anggaran yang ada. Kita juga sudah bertemu dengan masyarakat bersama pemerintah desa dan kecamatan. Aspirasi masyarakat juga sudah kami dengarkan,” akunya.

Terkait keterlambatan penanganan dan janji yang tidak kunjung dilaksanakan untuk membuat saluran pembuangan, Burhanuddin menjelaskan bahwa salah satu faktornya adalah tidak adanya bahan material yang dibutuhkan.

“Memang bahan tersebut sulit kami dapatkan, jadi solusinya kami sampaikan ke masyarakat akan buat saluran konvensional. Kami juga sudah tinjau lokasinya bersama bidang Sumber Daya Air (SDA),” tandasnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Air Suning, Irwan Yuliono, S.AP yang juga hadir pada saat rapat bersama 3 desa lainnya (Lamusung, Tapir, dan Senayan) mengatakan, alasan sulitnya bahan material tidak bisa diterima oleh masyarakat.

“Karena intensitas hujan ini semakin besar, terlebih akan masuk musim nyale, ditakutkan dampak yang diterima masyarakat akan semakin besar. Jadi untuk sementara dan sebagai alternatif kami minta galian tanah saja terlebih dahulu,” katanya.

Irwan Yuliono juga meminta agar masyarakat desa juga dilibatkan dalam melakukan pendataan dan perencanaan pembuatan saluran pembuangan. Agar nantinya tidak ada lagi yang dirugikan.

“Bila perlu data dari masyarakat masuk dalam Analisa konsultan perencanaan, sebab air yang berasal dari gunung Lamusung secara teknis berbanding terbalik dengan realita yang ada di lapangan,” pungkasnya. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *