Waspada Cuaca Ekstrem, Pemdes Senayan Ajak Warga Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Poto Tano, MediaKSB, – Pemerintah Desa (Pemdes) Senayan, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah KSB akhir-akhir ini.
Kepala Desa Senayan, H. Junaidi, mengingatkan kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi menimbulkan berbagai bencana seperti kebakaran dan gangguan keselamatan pelayaran.
“Kami mengajak seluruh warga untuk lebih siaga menghadapi cuaca ekstrem. Sekarang ini angin kencang sering terjadi, terutama saat warga menyeberang ke Lombok. Ini tentu berbahaya jika tidak diantisipasi,” katanya saat ditemui di kantornya, Senin (14/07).
Kades menjelaskan, intensitas angin kencang beberapa hari terakhir cukup tinggi, terutama di sekitar perairan Selat Alas yang menjadi jalur penyeberangan masyarakat dari Pelabuhan Poto Tano menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.
“Kami menghimbau warga agar mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan laut. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Selain faktor keselamatan pelayaran, Pemdes Senayan juga menyoroti potensi kebakaran yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca panas dan angin kencang. Salah satu penyebab yang kerap diabaikan adalah pembakaran sampah kering di sekitar rumah warga.
“Kami mohon agar warga tidak sembarangan membakar sampah, terutama saat angin kencang. Antisipasi dini lebih baik untuk mencegah kejadian berbahaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, H. Junaidi juga mengingatkan agar masyarakat turut menjaga instalasi listrik rumah tangga. Menurutnya, beberapa kasus korsleting listrik akibat kabel tua dan tidak standar juga berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Kami minta warga rutin mengecek jaringan listrik di rumah masing-masing, dan segera melaporkan jika ada potensi bahaya. Jangan menunggu sampai terjadi musibah baru bertindak,” tambahnya.
Kades Senayan berharap, dengan peringatan dan upaya pencegahan dini yang dilakukan, dapat mencegah terjadinya bencana yang tidak disangka-sangka.
“Kami akan terus tingkatkan sosialisasi dan mitigasi risiko bencana, karena keselamatan dan keamanan warga adalah yang utama,” pungkas H. Junaidi. (M-01)

