KSB Segera Miliki Pusat Oleh-Oleh Khas Daerah

Bagikan ke :
Foto: Kepala Diskoperindag KSB, Suryaman
Foto: Kepala Diskoperindag KSB, Suryaman

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memulai proses pembangunan pusat oleh-oleh daerah dengan total nilai proyek Rp1,9 miliar. Bangunan satu lantai ini ditargetkan rampung dalam waktu 120 hari atau sekitar empat bulan.

Kepala Diskoperindag KSB, Suryaman, menyampaikan kehadiran pusat oleh-oleh ini akan menjadi etalase produk unggulan khas Sumbawa Barat. Suryaman menegaskan, KSB kini akan memiliki tempat representatif untuk memasarkan produk lokal kepada wisatawan maupun masyarakat umum.

“Tempat ini akan menjadi pusat oleh-oleh yang dimiliki KSB, lokasi di depan Alun-alun Taliwang. Untuk nama masih KSB Mall, tapi kami ingin cari nama lain untuk branding yang lebih lokal,” ujarnya, Selasa (28/7).

Suryaman merinci pusat oleh-oleh tersebut nantinya akan diisi beragam produk UMKM khas daerah. Kadis menyebut pengisian produk tidak hanya terbatas pada makanan, tetapi juga mencakup tekstil dan kerajinan tangan hasil karya pengrajin lokal Sumbawa Barat.

Suryaman menambahkan, kehadiran pusat oleh-oleh ini diharapkan dapat mendorong konsistensi kualitas produk UMKM yang dipasarkan. Menurutnya, pengelompokan produk dalam satu lokasi juga akan memudahkan wisatawan dalam mencari buah tangan khas daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag KSB, Lalu Rizal Abdi Salyabrata, menegaskan, kehadiran pusat oleh-oleh ini akan membuka peluang besar bagi pelaku UMKM di Sumbawa Barat untuk memasarkan produknya. Lalu Rizal menyebut kesempatan menempati lokasi tersebut terbuka luas, tidak hanya bagi UMKM binaan dinas.

“Tidak terbatas pada UMKM yang dibina oleh dinas, tapi semua UMKM yang cukup syarat administrasinya bisa ikut menempatkan barangnya,” jelasnya.

Lalu Rizal menjelaskan, skema pengelolaan bangunan tersebut belum diputuskan lantaran ada dua bidang di internal dinas yang tengah merancang konsep, yakni bidang perdagangan dan bidang industri. Ia menyebut keputusan akhir masih menunggu arahan pimpinan.

“Terkait pengelolaan kami belum memutuskan, karena ada dua bidang yang merancang, yakni bidang perdagangan dan industri. Tinggal bagaimana instruksi dari kepala dinas atau dari pimpinan daerah,” jelasnya.

Lalu Rizal menambahkan, skema penjualan produk di pusat oleh-oleh tersebut juga belum dibahas secara rinci oleh Diskoperindag. Pihaknya masih akan merumuskan mekanisme penjualan tersebut bersamaan dengan penentuan skema pengelolaan ke depan.

“Tujuannya suapaya wisatawan bisa langsung memebeli di satu tempat. Masyarakat juga tidak kebingungan merekomendasikan tempat oleh-oleh jika kedatangan tamu atau keluarga dari luar KSB,” pungkasnya. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *