Wakil Ketua DPRD KSB Minta Izin Pulau Gili Balu Dievaluasi

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Badaruddin Duri, meminta pemerintah mengevaluasi seluruh perusahaan pemegang izin pengelolaan pulau di kawasan Gili Balu, Kecamatan Poto Tano. Permintaan itu disampaikan Selasa (9/6/2026), menyusul belum adanya perkembangan berarti dari para pemegang izin.

Badaruddin menyebut delapan pulau di gugusan Gili Balu telah mengantongi izin pengelolaan dari perusahaan maupun investor. Namun, hingga kini belum terlihat aktivitas nyata yang mendorong pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut.

“Izin sudah diberikan, tetapi sampai sekarang belum ada progres yang berarti di lapangan. Kondisi ini tentu sangat disayangkan karena potensi wisata yang dimiliki pulau-pulau tersebut justru menjadi terbengkalai,” ungkapnya.

Politisi Partai NasDem itu menilai lambannya pengembangan Gili Balu tidak hanya menghambat sektor pariwisata. Kondisi tersebut juga berpotensi menghalangi masuknya investor lain yang lebih serius.

Ia meyakini sejumlah investor sebenarnya berminat dan siap menanamkan modal di Gili Balu. Namun, sebagian pulau telah lebih dahulu dikuasai pemegang izin yang tidak serius mengelolanya, sehingga peluang investasi baru gagal terealisasi.

“Tetapi karena sudah ada pemegang izin sebelumnya dan tidak ada perkembangan, investor lain akhirnya tidak jadi masuk. Ini yang sangat kita sesalkan,” tambahnya.

Badaruddin menegaskan situasi ini merugikan daerah. Pulau-pulau yang diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus pendapatan daerah tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, ia mendesak pemerintah provinsi dan pemerintah pusat selaku pemegang kewenangan atas pulau-pulau kecil untuk mengevaluasi izin yang telah diterbitkan.

“Kalau memang tidak ada keseriusan untuk mengelola, harus dievaluasi. Pemerintah provinsi dan pusat perlu melihat kembali izin-izin yang sudah diberikan agar potensi daerah ini tidak terus-menerus terhambat,” tandasnya.

Menurut Badaruddin, gugusan Gili Balu memiliki daya tarik besar dan mampu menjadi destinasi unggulan di Nusa Tenggara Barat. Ia mencontohkan Pulau Kenawa yang sudah dikenal luas oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Selain Kenawa, Gili Kalong, Gili Belang, dan Pulau Paserang juga dinilai memiliki keindahan alam yang layak dikembangkan sebagai destinasi wisata.

“Pulau Kenawa sudah terbukti menjadi salah satu ikon wisata KSB. Begitu juga dengan Gili Kalong, Gili Belang, dan Pulau Paserang yang memiliki potensi luar biasa,” imbuhnya.

Badaruddin optimistis kawasan tersebut mampu memberi manfaat ekonomi apabila dikelola pihak yang benar-benar serius.

“Jika dikelola secara serius, kawasan Gili Balu bisa menjadi magnet wisata baru yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan daerah,” pungkasnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *