BPBD KSB Terjunkan Tim ke Pantai Balad Bantu Korban Puting Beliung

Bagikan ke :
Foto: Tim BPBD KSB saat melakukan penanganan pohon tumbang di area Pantai Balad

Taliwang, MediaKSB, – Cuaca ekstrem yang disertai angin puting beliung dan hujan deras menerjang Kawasan Pantai Balad, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kejadian ini mengakibatkan kerusakan pada atap rumah warga serta menumbangkan beberapa pohon di pinggir jalan raya, yang menyebabkan kemacetan. Selain itu, atap lapak-lapak UMKM yang berada di kawasan tersebut, juga terlepas dan berserakan di tanah akibat terpaan angin kencang.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB, Syarifuddin, mengkonfirmasi kejadian tersebut. “Benar, sorenya kami langsung turunkan tim untuk melakukan penanganan di area tersebut,” ujarnya pada Minggu (2/2).

Tak hanya di Kawasan pantai Balad, angin puting beliung juga menerjang 4 kecamatan yang ada di KSB. Diantaranya Kecamatan Taliwang, Poto Tano, Maluk, dan Brang Rea yang menyebabkan puluhan atap rumah warga rusak parah.

Menanggapi kejadian ini, tim BPBD KSB segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan assessment awal setelah menerima laporan dari masyarakat terkait bencana tersebut. Syarifuddin menyebut bahwa meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Saat ini, tim kami sedang melakukan pendataan dan assessment untuk mengetahui dampak lebih rinci dari bencana ini. Hasil pendataan ini akan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan bagi warga terdampak,” jelasnya.

Sebagai langkah awal penanganan, BPBD bersama pihak terkait berencana memberikan bantuan darurat bagi korban, termasuk terpal untuk menutupi atap rumah yang rusak akibat angin kencang. Selain itu, pihaknya akan melakukan upaya pemulihan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

“Kami akan segera menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak. Selain itu, langkah-langkah pemulihan juga akan segera kami lakukan untuk memastikan kondisi kembali normal,” tambahnya.

Syarifuddin juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, ia meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap kemungkinan bencana lainnya, seperti banjir atau longsor yang dapat terjadi akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah KSB.

“Kami menghimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati, terutama saat menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan deras,” pungkasnya.(M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *