H Indra: Diagnosa Cepat Picu Lonjakan Jumlah Pasien DBD

Taliwang, MediaKSB,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Kesehatan (Dikes) mengakui adanya lonjakan jumlah pasien suspect Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu disebabkan adanya diagnosa atau pemeriksaan cepat terhadap pasien yang memiliki gejala penyakit akibat gigitan nyamuk aedest agypty.
“Petugas kesehatan yang berada di puskesmas maupun rumah sakit, akan langsung melakukan pemeriksaan cepat dengan prosedur serta menggunakan alat pendeteksian awal penyakit DBD. Jika ada gejala langsung ditangani sebagai pasien DBD,” kata H NS Indra Alamsyah S.Kep, M.Si selaku kabid pencegahan, pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan pada Dikes KSB.
Lanjut H Indra sapaannya, gerakan pemeriksaan cepat dengan prosedur menjadi pemicu adanya penambahan jumlah pasien DBD setiap bulan. “Pada satu sisi memang terlihat ada lonjakan pasien DBD dengan gerakan pemeriksaan cepat tersebut, namun sangat baik untuk penanganan kesehatan bagi pasien yang suspect tersebut,” lanjutnya.
Masih keterangan H Indra, dengan pendeteksian lebih cepat dan penanganan secara prosedur DBD, maka kondisi pasien tidak sampai buruk. “Selama ini, penanganannya setelah kondisi pasien sangat buruk, karena memang baru terdeteksi ada virus DBD setelah beberapa hari pasien dirawat. Hal itu tidak akan terjadi lagi, namun dengan konsekuensi jumlah suspect akan bertambah,” ungkapnya.
Intinya, tes cepat itu sendiri bertujuan untuk membantu mendiagnosis DBD, karena mampu mendeteksi virus Dengue penyebab DBD dengan cepat, bahkan sejak pertama kali gejala muncul. “petugas di Puskesmas maupun rumah sakit saat menerima kunjungan pasien memiliki gejala seperti, Demam, Nyeri otot, Nyeri di area mata, Sakit kepala, Ruam pada kulit Mual dan muntah akan langsung melakukan diagnosa dengan uji cepat tersebut,” tegasnya.
Dikesempatan itu H Indra juga menyampaikan pesan serta ajakan kepada masyarakat, agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan memastikan tidak ada wadah yang dapat penampung air, karena bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk penyebar penyakit. “Tempat penampungan air dalam rumah harus lebih sering dikuras dan dibersihkan,” pintanya.
Upaya lain yang dapat dilakukan masyarakat sebagai upaya terhindar dari gigitan nyamuk adalah, memasang kasa dan kelambu nyamuk untuk cara mencegah nyamuk DBD masuk ke dalam rumah, jangan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama, gunakan lotion atau krim antinyamuk, gunakan pakaian tertutup saat keluar rumah, pangkas dan bersihkan tanaman liar di pekarangan rumah, hias rumah dengan tanaman antinyamuk alami dan terpenting juga menjaga daya tahan tubuh. (M-02)

