Pemerintah KSB Pastikan Ada Bantuan Pemulangan Jenazah untuk Masyarakat

Bagikan ke :
Foto: Direktur RSUD Asy-Syifa KSB, dr. Carlof, M.MRS, MQM

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pastikan adanya bantuan pemulangan jenazah bagi masyarakat tidak mampu ke rumah duka, baik dari RSUD Asy-Syifa maupun dari RSUP NTB.

Direktur RSUD Asy-Syifa KSB, dr. Carlof, M.MRS, MQM menjelaskan, ada beberapa opsi jika ada masyarakat KSB yang meninggal di RSUP dan tidak mampu untuk membayar ambulance jenazah kembali ke KSB. Yakni menggunakan ambulance RSUD yang sedang merujuk atau mengirim ambulance RSUD atau Dinas Kesehatan (Dikes) dari KSB, atau langsung menggunakan ambulance dari RSUP dengan pembiayaan swadaya dari Pemerintah KSB.

“Pada dasarnya jika ada koordinasi ke Pemerintah KSB baik melalui Dikes atau RSUD pasti akan dicarikan solusi penanganannya,” jelas Dirut saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (7/3).

Disampaikan dr. Carlof sapaan akrabnya, biaya pemulangan pasien tidak ditanggung oleh BPJS. Jadi, dana bantuan yang diberikan selama ini berasal dari dana patungan pemerintah daerah. “Untuk dalam wilayah KSB sendiri, walaupun tidak ditanggung BPJS, pengantaran jenazah dari RSUD Asy-Syifa ke rumah duka tetap ditanggung sepenuhnya oleh Pemda alias gratis,” terangnya.

Terkait ibu yang terpaksa membawa jenazah bayi menggunakan taxi online, dr. Carlof menyampaikan sepertinya adanya pola koordinasi dan komunikasi yang terhambat. Bila terkomunikasikan dengan baik, pemerintah akan segera mencarikan solusi penanganannya.

“Menurut informasi yang kami terima, keluarga pasien datang sendiri ke RSUP NTB sebagai pasien umum. Saat terjadi kedukaan keluarga belum terpapar informasi yang memadai terkait bantuan ambulance, sehingga memilih pulang menggunakan transportasi online yang lebih murah. Kalau mendengar informasi kasusnya, di RSUD Asy Syifa sebenarnya juga bisa dilakukan penanganan kasus tersebut,” jelasnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah KSB juga tidak serta merta lepas tangan. RSUD Asy Syifa telah mengirimkan ambulance untuk menjemput ibu si bayi. “Hari ini kami mendapatkan permintaan bahwa si Ibu bayi juga perlu bantuan untuk pulang ke KSB dan saat ini Ibu dari jenazah bayi sudah dijemput menggunakan ambulance dari RSUD Asy Syifa,” kata Dirut.

Masih keterangan dr. Carlof, pemerintah KSB saat ini sedang mempersiapkan untuk launching Program KSB Maju Kesehatan, yang salah satunya adalah bantuan untuk biaya pendamping pasien rawat inap yang dirujuk ke RS luar daerah sebesar Rp 1.500.000,00/pasien/rujukan berbasis KK, bantuan dan talangan ambulance rujukan, TRC Ambulan bagi masyarakat yang membutuhkan,  dan bantuan pemulangan jenazah dari RS Luar daerah ke KSB.

“Perda nya sedang disusun, skema bantuan ini ada dalam kartu KSB Maju Kesehatan. Program ini merupakan upaya pemerintah agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat tertata lebih baik dan lebih maju. Rencananya kartu ini akan siap di launching pada 101 hari kerja Bupati KSB,” imbuhnya.

Terakhir dr. Carlof menyampaikan bela sungkawa dan duka yang mendalam kepada keluarga jenazah. “Atas kejadian ini, kami sampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk kepergian ananda dan semoga diterima disisi-Nya serta semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” pungkasnya. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *