Fenomena Bendera One Piece, Bakesbangpol KSB Tekankan Wawasan Kebangsaan di Sekolah
Taliwang, MediaKSB, – Fenomena beredarnya bendera One Piece di media sosial menimbulkan kekhawatiran di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Menanggapi hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) KSB mulai gencar menanamkan wawasan kebangsaan di sekolah.
Langkah ini diambil sebagai upaya preventif agar pelajar tidak mudah terpengaruh oleh tren atau simbol-simbol asing yang bisa menimbulkan tafsir keliru, terutama di tengah semangat nasionalisme menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Bakesbangpol KSB, Syaifulloh mengatakan, pihaknya ingin menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini secara masif di lingkungan sekolah.
“Kita akan tekankan sejak dini pentingnya wawasan kebangsaan di sekolah-sekolah, agar anak-anak tidak mengikuti hal-hal yang tidak baik yang beredar saat ini,” ujarnya, Senin (4/8).
Terkait fenomena bendera One Piece, Syaifulloh menilai, konten tersebut kebanyakan hanya digunakan untuk hiburan semata oleh pengguna media sosial.
Namun, Syaifullah tetap memandang perlu untuk mengambil langkah antisipatif agar tidak disalahartikan atau dijadikan simbol yang tidak sesuai dengan norma kebangsaan.
“Memang saya anggap itu hanya bentuk ekspresi saja, tapi tetap kita ambil langkah antisipapatif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kepala Bakesbangpol menyampaikan, hingga saat ini belum ditemukan kasus pengibaran bendera One Piece berdampingan dengan bendera merah putih di wilayah KSB, baik di lingkungan sekolah maupun rumah-rumah warga.
“Saya rasa belum ada bendera itu berkibar di sekolah maupun di rumah warga di KSB, jika ada maka kita akan tindaklanjuti dan kita lakukan pembinaan,” jelasnya.
Syaifullah mengimbau, agar masyarakat tidak mengikuti tren yang tidak sejalan dengan nilai-nilai nasionalisme. Syaifullah juga mengajak semua pihak menjaga kondusivitas dan semangat persatuan, terlebih menjelang peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus.
“Karena kami di KSB ini sudah aman damai, jadi jangan ikut-ikutan dan saya yakin masyarakat juga tidak mungkin begitu, semoga kita selalu menjaga keamanan berbangsa dan bertanah air,” tutupnya. (M-02)

