Hari Ini, Bupati KSB Direncanakan Tanda Tangan MoU Bersama Unram

Taliwang, MediaKSB,- Dr Ir H W Musyafirin, MM selaku Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dijadwalkan akan menanda tangani Memorandum of Undestanding (MoU) bersama pihak Universitas Mataram (Unram). Perjanjian kerjasama yang akan ditanda tangani itu berkaitan dengan bidang kesehatan, dimana akan ada jalur khusus bagi warga Bumi Pariri Lema Bariri yang hendak melanjutkan studi pada program pendidikan kedokteran.
“Jika tidak ada halangan dan hambatan, saya akan menanda tangani perjanjian kerjasama dengan Unram pada Rabu 17/1 (hari ini, red), sehingga semakin terbuka kesempatan seluruh pelajar untuk melanjutkan studi atau yang berkeinginan menjadi dokter,” ucap H Firin sapaan akrab Bupati KSB, kemarin.
Dikesempatan itu H Firin juga sudah mendapatkan informasi dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), jika draft nota kesepahaman mengenai kerja sama program pendidikan dokter bagi putra putri KSB itu telah rampung. “BRIDA yang diminta untuk menyusun draf mengaku sudah dirampungkan dan saya sudah lihat tapi belum rinci membacanya,” lanjutnya.
Dengan ditandatanganinya MoU itu, bupati berharap agar pelaksanaan lapangannnya dapat segera berjalan. Bahkan dirinya menginginkan di tahun ajaran baru tahun ini program itu sudah mulai diselenggarakan oleh pihak Unram.
Inisiasi kerja sama ini sebelumnya tercetus saat bupati KSB bertemu dengan rektor Unram, Bambang Hari Kusumo akhir Desember 2023 lalu. Dalam pertemuan itu pihak Unram menyampaikan adanya sejumlah program pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang diselenggarakan kampus termasuk di bidang kesehatan. “Saya sangat tertarik dengan program tersebut, sehingga berinisiatif agar Unram dapat membuka program pendidikan kedokteran yang dikhususkan bagi putra putri KSB dan program itu akan segera terealisasi,” urainya.
Ide bupati itu sendiri lahir dari keresahan pemerintah yang selama ini kesulitan mendapatkan tenaga dokter. Ini dibuktikan dalam berbagai kesempatan perekrutan Aparatur Negeri Sipil (ASN) baik itu lewat jalur Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), formasi untuk tenaga dokter selalu saja tidak terprnuhi.
Karenanya dengan kerja sama program pendidikan dokter itu, bupati berharap kekurangan tenaga dokter yang selama ini dialami KSB berangsur dapat terpenuhi. (M-02)
