Sidak Pasar Tana Mira: Drainase Tersumbat, 40 Pedagang Belum Dapat Lapak

Taliwang, MediaKSB, – Inspeksi mendadak Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah di Pasar Tana Mira mengungkap kendala adanya drainase tersumbat dan nasib 40 pedagang sayur yang belum mendapatkan lapak.
Temuan lapangan ini menjadi catatan di tengah proses relokasi besar-besaran pedagang ke bangunan baru beberapa waktu lalu. Meski kondisi pasar terlihat lebih tertata, masalah saluran air dan pendataan pedagang baru memerlukan penanganan cepat dari pihak pengelola.
Pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada pedagang sayur, daging, dan ikan yang sudah menempati lapak baru. Namun, hasil evaluasi mengungkap adanya hambatan teknis berupa saluran pembuangan yang belum berfungsi maksimal.
“Genangan air masih terlihat di area lapak basah sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung pasar,” kata Bupati.
H. Amar, sapaan akrab Bupati menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pedagang guna mendengar aspirasi mengenai kondisi sarana pasar. Beliau juga meninjau deretan ruko emas di bagian depan pasar yang masuk dalam rencana renovasi tahap berikutnya.
“Dijaga fasilitas yang ada. Alhamdulillah, saya lihat kondisi pasar saat ini sudah lebih tertata,” ujar Bupati Amar saat memberikan arahan kepada pedagang.
Bupati menekankan pentingnya rasa memiliki agar aset publik ini tetap awet dan bersih. Pemerintah KSB berharap penataan ini memudahkan masyarakat saat bertransaksi di lingkungan pasar yang lebih sehat.
Kepala UPTD Pengelolaan Pasar Sumbawa Barat, Erny Patriani, menjelaskan, pengelola pasar sedang menuntaskan pemindahan pedagang secara bertahap. Pengelola menggunakan sistem undian nomor urut untuk menentukan posisi lapak berukuran 3×3 meter.
“Target kami seluruh pedagang sudah menempati lapaknya masing-masing paling lambat tanggal 6 April 2026,” tegas Erny menjelaskan jadwal relokasi.
Meski demikian, pengelola pasar masih harus menyelesaikan pemasangan lampu penerangan di blok konveksi serta memperbaiki sistem drainase yang tersumbat. Pihak UPTD berkomitmen melakukan pembenahan infrastruktur pendukung seiring berjalannya waktu.
“Kami menghimbau pedagang mendukung penataan ini dengan tidak membuang sampah dan limbah sembarangan,” pungkas Erny menutup keterangannya. (M-01)
